Majalah Teachers Guide
PANDUAN MENULIS (1) - materi workshop menulis & literasi untuk Guru oleh Majalah Teachers Guide
1. RAGAM TULISAN
• News : oleh wartawan, pemerhati
• Berita Singkat : dokumentasi
• Profil (singkat, panjang) tentang orang atau institusi
• Opini/Esai/Kolom/Resensi : oleh kritikus, pemerhati
• Features : tulisan yang awet (ever green)
2. PRAKTIS MENULIS
Tidak perlu bakat kepengarangan untuk bisa menulis. Menulis yang kita maksud di sini adalh menulis non-fiksi, yaitu menguraikan ide-pikiran tentang sesuatu yang kita pahami, yang bermanfaat bagi orang lain.
Kita sering terjebak bahwa tulisan bagus adalah tulisan yang mendayu-dayu. Keliru! Tulisan yang bagus itu adalah lantaran idenya yang mengandung kebaruan, istimewa, mengejutkan, berpengaruh besar, menggugah, mencerahkan, dan orisinal. Temukan ide bagus, dan Anda sudah setengah penulis. Selebihnya tinggal soal teknis.
Yang terpenting saat menguraikan pikiran itu kita harus (1) fokus pada satu hal, (2) jelas tidak ruwet ke sana ke mari, dan (3) jernih (tidak mengandung tafsiran lain.
3. LANGKAH PRAKTIS MENULIS
• Temukan ide
• Buat sinopsis (satu paragraf singkat)
• Mengembangkan ide
* Rancang susunan tulisan : Lead, Batang Tubuh, Penutup
• Lengkapi dengan 5w + 1H (What, Who, When, Where, Why, How
• Berikan contoh atau analogi sebagai pembanding
• Cantumkan deskripsi peristiwa
• Perkaya dengan pendapat tokoh
• Bandingkan dengan pemikiran terdahulu
• Berikan konteks, kenapa ide ini penting ditulis sekarang
• Menulislah seolah Anda sedang bertukar fikiran atau berbincang dengan teman sejawat
4. MULAI MENULIS
Feature ditulis dengan teknik lead (pembuka), tubuh dan ending (penutup).
Penutup sebuah feature hampir sama pentingnya dengan lead
A. LEAD (Pembuka). Gaya apa saja boleh, disesuaikan dengan bahan tulisan dan angle. Boleh memakai kesimpulan, sindiran atau celetukan penggoda, atau kalimat penyemangat untuk menggoda pembaca masuk.
LEAD RINGKASAN. Banyak yang menggunakan, sebab mudah membuatnya.
Misal:
Menemukan guru hebat - a great teacher- dan dengannya para guru biasa dapat belajar dan terinspirasi menjadi guru hebat pula. Begitulah antara lain visi KLUB GURU di Jawa Timur.
(Pembaca bisa menebak, bahwa yang mau ditulis adalah tentang pendirian KLUB GURU, berikut pemikiran yang melatarbelakanginya. Yang berminat bisa meneruskan membaca, sementara yang tidak melewatkannya).
LEAD BERCERITA : Menghadirkan suasana
Misal:
Agustus tahun lalu, saya diberi waktu satu minggu mempersiapkan fortofolio. Maka dimulailah perjalanan menyusuri setumpuk data. (Pembaca jadi ingin tahu apa saja kesulitan yang dihadapi seterusnya dan bagaimana kiat mengatasinya.
LEAD KUTIPAN: Kutipannya harus memusatkan diri pada inti cerita berikutnya. Dan tidak klise seperti ucapan pejabat.
Misal:
”Kasihan ya Pak!” Kalimat empatik itu meluncur dari banyak siswa kelas IV, sesaat setelah tanya jawab dengan seorang bapak penarik becak yang dihadirkan sebagai guru tamu pelajaran Bahasa Indonesia. (Yang mau ditulis adalah metode menghadirkan realitas sosial di dalam ruangan kelas).
LEAD PERTANYAAN: Menantang rasa ingin tahu pembaca, asal dipergunakan dengan tepat dan pertanyaannya wajar saja. Lead begini sebaiknya satu alinea kalimat, dan berikutnya sudah alinea baru.
Misal:
Apa yang terjadi jika intelegensi, kreatifitas, dan ahlak seorang anak dapat dileburkan menjadi satu kekuatan? Para juara! (Pembaca kemudian disuguhi feature soal bagaimana SMA Plus Mutahhari di Bandung berhasil mengembangkan para siswanya menjadi siswa juara).
LEAD MENUDING: Upaya berkomunikasi langsung dengan pembaca, dan ciri-cirinya adalah kata ’Anda’ atau ’Saudara’ . Pembaca sengaja dibawa jadi bagian cerita, walau tak terlibat pada persoalan.
Misal:
Ketika mendengar kata hypnosis, mungkin yang terbayang oleh Anda adalah berbagai asumsi negatif, seperti sihir, magic, gendam, mistik, mantra, atau ilmu untuk mempengaruhi orang lain, ilmu setan/jin, dan masih banyak lagi pandangan negatif. (Pembaca masih penasaran kayakinannya tentang sesuatu digugat oleh penulis, dan ingin tahun. Ternyata yang disoroti manfaat hypnosis dan guru yang belajar hypnosis).
LEAD PENGGODA : Sekadar menggoda, dengan sedikit bergurau, untuk menggaet pembaca agar secara tidak sadar terjebak ke baris tulisan berikutnya. Cerita apa yang disuguhkan masih teka-teki.
Misal:
Banyak sudah kisah sekolah, bermula dari garasi rumah kini menjadi sekolah megah. Namun tak kurang juga cerita, awalnya sekolah mewah kini gurunya tinggal setengah. (Nah, sampai di sini pembaca masih sulit menebak, tulisan apa ini?).
Alinea berikutnya:
Sekolah bisa jadi tak ubahnya korporasi atau industri lain. Namun sekolah lebih rumit. Lebih kompleks. (Pembaca mulai menebak-nebak ini pasti feature yang bercerita tentang manajemen sekolah. Tetapi, apa isi feature itu , apakah kasus keuangannya, guru, atau biaya-biaya, masih teka-teki dan itu dijabarkan pada alinea berikutnya).
LEAD NYENTRIK: Lead ini nyentrik ekstrim, bisa berbentuk puisi atau sepotong kata-kata pendek. Hanya baik jika seluruh cerita bergaya lincah dan hidup cara penyampaiannya.
Misal:
Reformasi pendidikan. Semua pejabat korup mundur. UN batalkan. Tegakkan hukum. Hapus KKN. Teriakan itu bersahut-sahutan dari sejumlah guru yang beraksi di muka kantor DPRD Jawa Barat menyampaikan aspirasi rakyat. .. dst.... (Pembaca digiring ke persoalan tuntutan reformasi yang disampaikan Guru.
LEAD GABUNGAN: Gabungan dari beberapa jenis lead tadi.
Misal:
Air mukanya terlihat muram. Tak ada ekspresi awalnya. Namun saat dikejar, apa yang mendorongnya menekuni pekerjaan sebagai Guru, tampak kejujuran yang patut diapresiasi. Owi, panggilannya, menjadi Guru di Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Siberah, lima jam perjalanan dari Pulau Seribu dengan perahu etek-etek. “Jadi Guru panggilan jiwa saya, setelah tahu kebutuhan pendidikan bagi anak-anak pulau Siberah,” jelas Owi. Selepas SMA di daerah Ciputat, Jakarta, Owi menerima ajakan temannya menjajal mengajar .... ( Ini gabungan lead deskriptif, dan kutipan. Mau coba gabungan lain?)
B. BATANG TUBUH
• Yang pertama diperhatikan adalah fokus cerita jangan sampai menyimpang.
• Buatlah kronologis, berurutan dengan kalimat sederhana dan pendek-pendek .
• Deskripsi, baik untuk suasana maupun orang (profil), mutlak untuk pemanis sebuah feature.
• Data yang menjelaskan sesuatu hal, harus disebar dan dijelaskan satu persatu kaitan sebab-akibatnya.
• Anekdot perlu, tapi jangan mengada-ada. Kutipan penting, agar pembaca tidak jenuh dengan reportase.
C. ENDING (penutup) •
PENUTUP RINGKASAN. Sifatnya merangkum kembali cerita-cerita yang lepas untuk mengacu kembali ke intro awal atau lead
• PENUTUP PENYENGAT. Buat pembaca kaget, tergugah atau tersentuh. Seperti pada film Hollywood, penjahat yang dipenjarakan ternyata esok harinya sudah kabur kembali.
• PENUTUP KLIMAKS. Jika susunan ide sudah kronologis, penyelesaian akhirnya mencapai klimaks.
• PENUTUP BERGAYA PAMIT. Mengguakan kata-kata bermakna perpisahan, pamit, mohon maaf, mendoakan.
• PENUTUP TANPA PENYELESAIAN. Akhir yang mengambang, pembaca menyimpulkan sendiri.
5. TIPS MUDAH MENJADI PENULIS
• Bangun motivasi kuat menulis untuk mendongkrak karier, jangan enggan atau putus asa menulis.
• Rajin membaca untuk mengembangkan wawasan, ide, dan daya analisis.
• Rajin berlatih menulis. Menulis bebas tema apa saja, termasuk uneg-uneg Anda. Dari ‘free writing ini, bisa berkembang menjadi artikel-artikel khusus.
• Berlatih menyusun outline, garis besar alur tulisan mulai dari intro, indentifikasi masalah, isi atau bahasan, hingga penutup.
• Jangan malas rewriting, menulis ulang draft tulisan pertama. Lakukan revisi di sana-sini, editing, dan terapkan kalimat efektif.
• Jangan malas menulis. Menulis adalah sarana efektif memunculkan percaya diri.
• Menulis itu untuk orang lain, kalau untuk diri sendiri tidak perlu belajar.
• Menulis itu kreatif., dan kreatifitas itu empatik. Empati dan kepedulian melahirkan berbagai ide cemerlang dalam perubahan.
• Menulis itu berfikir. Karena bahasa itu soal logika, yang berbahasa kacau biasanya menulisnya pun kacau. Tak ada orang yang bisa menulis tanpa membaca. (Teachers Guide)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar