Rabu, 17 Februari 2010

Menjadi Guru yang Gemar Menulis

Alangkah indahnya jika sekolah-sekolah dasar hingga menengah di Indonesia memiliki tradisi ilmiah kepengetahuan, di mana anak-anak tumbuh dan belajar dengan semangat rasa ingin tahu yang tinggi, cinta ilmu, peduli lingkungan sekitar, serta berprestasi akademik tinggi.

Suasana keilmuan ini yang kurang mencuat di kebanyakan sekolah kita saat ini, lantaran selama ini terbebani sisi akademik (pencapaian hafalan informasi) dan kurang di segi-segi proses. Karena itu, guru dan sekolah, serta budaya dan lingkungan belajar di kebanyakan sekolah di Indonesia tampaknya perlu disegarkan lagi.

Sekolah sebaiknya menyeimbangkan sisi pencapaian skor akademik (angka raport) dengan sisi tumbuhnya kecintaan belajar. Sekolah menjadi rumah kedua bagi anak, yang ramah bagi anak mengekplorasi rasa ingint tahu, bukan setumpuk pekerjaan rumah dan tugas yang tak semua siswa mampu mencapai dan menikmatinya.

Situasi ini dapat dipersegar, antara lain dengan mengembangkan budaya literasi di sekolah, yaitu kebiasaan berbicara, membaca, dan menulis, baik di siswa maupun guru/pengelola sekolah. Anak-anak dan guru perlu lebih sering berbicara, membaca, dan menulis. Perpustakaan atau sentra pojok baca di kelas atau halaman taman sekolah, menjadi sarana penting.

Budaya literasi akan menghidupkan sisi imajinatif dan kreatifitas warga sekolah. Menumbuhkan budaya ilmiah di sekolah, yaitu tumbuhnya rasa ingin tahu yang besar, minat mendalami sesuatu, tumbuh sikap demokratis dalam proses belajar-mengajar, yang terpuaskan melalui membaca-menulis. Guru-guru perlu lebih sering membaca dan menulis pikiran-pikirannya. Dengan menulis akan tumbuh kepekaan, kepedulian, rasa sayang, kecintaan, semangat untuk maju, kecerdasan logik, serta akhirnya tujuan hidup yang lebih terarah.

Bagi guru, ketrampilan menulis akan menunjang pengembangan profesionalisme. Bagi siswa, akan lebih mudah menggali kompetensi diri dan mengembangkan peta karir masa depannya. Kecerdasan majemuk siswa pun lebih terakomodasi oleh sekolah. Inilah generasi muda bangsa yang lebih siap menyongsong globalisasi.

Kami meyakini, menghidupkan budaya dan kecerdasan literasi merupakan kebutuhan sekolah-sekolah Indonesia di masa depan. Guru yang cerdas literasi, dan gemar menulis, dia lah yang akan membangun budaya keilmuan di sekolah. Untuk itu, majalah Teachers Guide ingin ikut berkontribusi dalam membangun kebiasaan membaca-menulis ini bagi para Guru melalui workshop literasi-menulis. (Teachers Guide: Pengantar Workshop Literasi untuk Guru)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar