Tajuk Rencana
2 Februari 2010 - RIAU POS
PESONA sertifikasi kini mulai menjerat para guru. Dengan impian cepat naik pangkat sehingga ujung-ujungnya fulus bertambah, sebagian guru akhirnya justru mengambil jalan pintas dengan menyerahkan tugas pembuatan karya ilmiah kepada para calo.
Ada supply ada demand. Bahkan, para calo ini berani menetapkan harga hingga Rp5 juta untuk pembuatan karya ilmiah. Kini, para calo itu berani gentayangan ke sekolah-sekolah untuk menawarkan jasanya.
Kejadian ini, tak bisa dimungkiri, adalah salah satu tamparan lagi buat dunia pendidikan kita. Dunia yang mestinya diisi dengan tradisi akademis yang jujur, bukan malah sebaliknya. Namun, kalau uang sudah bicara, semua hal bisa saja terjadi.
Di negeri kita, mencapai sesuatu dengan jalan pintas adalah hal yang sudah sangat lumrah bahkan mungkin paling diminati. Asal ada fulus, semua jalan bisa mulus. Selalu ada pintu belakang, pintu samping, atau shortcut lainnya di negeri kita untuk mencapai sesuatu tujuan.
Budaya dan tradisi inilah yang telah berurat berakar di negeri ini. Ia bahkan telah jadi penyakit kanker stadium IV b yang kian menggerogoti setiap lini bangsa ini. Kata-kata bijak mengatakan, “(Jika) guru kencing berdiri, (maka) murid kencing berlari.” Cikgu adalah panutan tunas-tunas bangsa negeri ini setelah orangtuanya di rumah. Lantas apa jadinya jika guru pun tetap saja memilih jalan pintas?
Tentu, sungguh tidak fair, jika kita hanya menyalahkan para cikgu. Negeri ini pun punya andil cukup besar untuk membuat atmosfer itu tumbuh dan berkembang biak. Selama ini, para guru hanya tahunya diminta membuat karya ilmiah. Tapi apa dan bagaimana karya ilmiah yang baik itu bisa dibuat, justru tak ada mekanisme dan proses yang baku.
Karena itu, perbanyaklah kegiatan-kegiatan ilmiah agar para guru senantiasa tercerahkan pikirannya sehingga membuat karya ilmiah pun jadi mudah. Buatlah sinergi antar lembaga sehingga ada tutor-tutor khusus yang akan membimbing para guru ketika ia membuat karya ilmiah. Ada mekanisme yang jelas, baku dan standar. Sebab karya ilmiah yang berkualitas tentu akan semakin meningkatkan mutu pendidikan kita.***
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar