(Kamis, 04 Februari 2010 Media Indonesia)
PEKANBARU--MI: Mulai tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mewajibkan seluruh guru golongan III membuat karya ilmiah sebagai syarat untuk kenaikan pangkat.
Disdik kini telah menyiapkan sejumlah jurnal sebagai wadah bagi para guru memublikasikan hasil tulisan karya ilmiah mereka.
"Kami sadar, sebagian besar guru di Riau belum bisa menulis karya ilmiah. Tapi itu bukan persoalan, karena kami akan mengadakan pelatihan penulisan karya ilmiah untuk para guru tersebut di seluruh Riau," kata Kepala Disdik Riau Irwan Efendi.
Jurnal tersebut di antaranya jurnal bahasa, pendidikan IPA, IPS, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan informal. Selain jurnal, pihaknya juga menyiapkan wadah lain berupa warta pendidikan.
"Sejumlah jurnal dan warta pendidikan ini akan kami terbitkan. Kami ingin para guru di sini benar-benar berkualitas. Untuk itu kami upayakan hal tersebut bisa terwujud," kata Irwan.
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Diknas Provinsi Riau Nurliyah mengatakan setiap karya ilmiah yang dihasilkan akan menambah enam poin angka kredit setiap guru. Penulisan karya ilmiah itu memang angka kredit paling tinggi jika dibandingkan dengan sejumlah aktifitas lain para guru.
"Mengajar, ikut pelatihan, seminar dan workshop dan lainnya juga menjadi kredit poin bagi guru untuk naik golongan. Namun angka kreditnya kecil. Penulisan karya ilmiah ini kredit poin paling tinggi dan wajib bagi guru untuk melakukan hal tersebut," jelasnya.
Guru yang ingin naik golongan III A menjadi III B harus mengumpulkan 150 angka kredit. Naik menjadi golongan III C 200 angka kredit, III D 300, dan IV A 400 angka kredit. (Bagus Himawan/MI)
Tampilkan postingan dengan label kredit poin menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kredit poin menulis. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Februari 2010
Motivasi Guru Menulis, Disdik Riau Luncurkan Jurnal Inspirasi
Rabu, 09 Desember 2009 (Tribun Riau)
PEKANBARU: Untuk memotivasi para Guru rajin menulis agar pengalaman berharganya bisa ditularkan ke guru-guru yang lain Dinas Pendidikan Riau menerbitkan Jurnal Inspirasi Pendidikan. Jurnal ini telah diluncurkan kemaren di Hotel Indrayani, Pekanbaru.
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Irwan Effendi mengatakan, selama ini minat guru di Riau membuat tulisan ilmiah cukup tinggi. Namun sayangnya mereka tidak tahu kemana minat itu akan disalurkan, karena belum adanya wadah yang tepat.
"Dengan adanya Jurnal Inspirasi Pendidikan ini diharapkan akan mampu menjadi wadah untuk menampung minat tulis dari para guru tersebut," ungkap dia. Para guru bisa menyumbangkan tulisan-tulisan bermanfaatnya ke jurnal ini.
Jurnal ini, menurut Irwan lagi, bisa menjadi kredit poin bagi para guru untuk pertimbangan kenaikan jabatannya. Jadi setiap guru yang menulis disini akan diberikan kredit poin untuk keperluan kenaikan pangkat atau jabatan.
Namun sesungguhnya, bukan kredit oin yang menjadi tujuan utama, melainkan adanya saling berbagai pengalaman antar guru. "Kalau ada pengalaman yang bagus, bisa ditulis dan dimuat disini, agar ditularkan ke guru-guru yang lain," ujarnya.(ries)
PEKANBARU: Untuk memotivasi para Guru rajin menulis agar pengalaman berharganya bisa ditularkan ke guru-guru yang lain Dinas Pendidikan Riau menerbitkan Jurnal Inspirasi Pendidikan. Jurnal ini telah diluncurkan kemaren di Hotel Indrayani, Pekanbaru.
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Irwan Effendi mengatakan, selama ini minat guru di Riau membuat tulisan ilmiah cukup tinggi. Namun sayangnya mereka tidak tahu kemana minat itu akan disalurkan, karena belum adanya wadah yang tepat.
"Dengan adanya Jurnal Inspirasi Pendidikan ini diharapkan akan mampu menjadi wadah untuk menampung minat tulis dari para guru tersebut," ungkap dia. Para guru bisa menyumbangkan tulisan-tulisan bermanfaatnya ke jurnal ini.
Jurnal ini, menurut Irwan lagi, bisa menjadi kredit poin bagi para guru untuk pertimbangan kenaikan jabatannya. Jadi setiap guru yang menulis disini akan diberikan kredit poin untuk keperluan kenaikan pangkat atau jabatan.
Namun sesungguhnya, bukan kredit oin yang menjadi tujuan utama, melainkan adanya saling berbagai pengalaman antar guru. "Kalau ada pengalaman yang bagus, bisa ditulis dan dimuat disini, agar ditularkan ke guru-guru yang lain," ujarnya.(ries)
Langganan:
Postingan (Atom)